Sunday, 1 February 2015

Persepsi dulu. Persepsi sekarang.




Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku..
Ku lari ke pantai, kemudian teriakku..
Sepi.. Sepi dan sendiri aku benci..

Aku ingin bingar,
aku mau di pasar..
bosan aku dengan penat,
dan enyah saja kau pekat..
seperti berjelaga jika ku sendiri.

Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh.

Ah.. ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera
atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?




Remember this poem made by Rangga? This movie was quite famous when I was in primary school. But when I watched it again last night, somehow you know, it is different. Or maybe I was too young at the last time? AHAHAHA.

OR

maybe it is different because of the message of this movie? After all, oh yes I think I didn't understand this movie when I was a kid. But now, I am a big big girl lor.

(-____-)

By the way,
Hello February!

No comments:

Post a Comment